Prawacana oleh Penerjemah Indonesia
Prawacana Oleh Penerjemah Indonesia
Pamflet ini adalah kumpulan tulisan-tulisan dari sang egois ekstrimis dan illegalist Renzo Novatore. Seorang anarkis individualis murni yang memberontak melawan pemerintahan kristian dan rezim fasis Italia yang sedang bergejolak pada saat itu. Berisikan 15 karya-karyanya yang telah di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia, juga tulisan dari Enzo Martucci (seorang sahabat dari Renzo Novatore) tentang perjalanan hidup sang iconoclast Novatore dan kenangannya bersamanya, serta dilengkapi dengan catatan biografis dan pengantar dari Wolfi Landstreicher. Novatore pada masa itu dengan tegas menentang gereja beserta nilai-nilainya di masyarakat. Tak heran jika ia menjadi musuh nomor satu yang dicari-cari oleh otoritas dan orang-orang yang membencinya. Hingga akhir hayatnya, hari-harinya ia isi dengan pelarian dan pemberontakan, berpindah-pindah, menyebut dirinya sebagai pengembara intelektual yang kemudian ia tuangkan di salah satu karyanya. Salah satu tulisannya yang terkenal; Menuju Ketiadaan Kreatif. 1924. berisikan syair-syair puitis revolusioner yang menghentak. Penuh kritikan dan hinaan terhadap pemerintahan borjuis-kristian, peradaban demokratis, komunis, sosialis, hingga kaum proletar yang kemudian ia sebut sebagai katak-katak proletar yang menyedihkan. Ia mengatakan bahwa, untuk keluar dari jurang terdalam pembusukan sosial, masyarakat perlu untuk menegaskan individualitasnya, yang kemudian akan mengangkat manusia keluar dari batas-batas menuju puncak tertinggi kerohanian.
Tulisannya yang pertama saya baca adalah Menuju Badai. 1919. yang saya dapat dari seorang sahabat yang juga menjadi rekan saya dalam menterjemahkan Jeritan Pemberontakan. Ucapan terima kasih yang sangat saya persembahkan untuk sahabat saya Thomas. Dari sinilah kemudian muncul niat kuat saya untuk menterjemahkan karya-karyanya yang lain dan menerbitkannya ke dalam sebuah pamflet. Sebab, sulit untuk menemukan karya-karya anarkis kontemporer seperti ini, dengan gaya penulisan yang khas dan sangat agresif, tanpa romantisme atau moralisme, bisa disebut Futurisme, gaya sastra yang muncul pada awal abad kedua puluh, yang bertujuan untuk memutuskan hubungan dengan abad lalu dan menciptakan gaya baru yang sesuai dengan perubahan besar dalam dunia baru.
Mulai saya terjemahkan ke dalam bahasa indonesia sejak pertengahan tahun 2010 dan akhirnya berhasil saya rangkumkan menjelang akhir tahun 2011. Walaupun begitu, banyak kendala yang saya temui selama proses penerjemahan teks ini. Beberapa terminologi klasik dalam bahasa itali agak sulit untuk menemukan padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Inilah kendala utama yang paling sering dihadapi saat menterjemahkan teks-teks berbahasa inggris ke dalam bahasa indonesia. Oleh karena itu, beberapa kalimat diubah untuk mencari pengganti kata yang sesuai agar lebih memudahkan menanggapi, tetapi bersamaan dengan itu saya mencoba untuk tidak meninggalkan esensinya. Pamflet ini juga merupakan revisi terjemahan yang ke tiga dari bahasa itali ke bahasa inggris yang saya dapat kembali dari situs anarchyinitaly. Besar kemungkinan terjadi proses distorsi atau perubahan-perubahandi dalam karya-karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa selama beberapa tahun terakhir ini oleh berbagai kelompok dan individu-individu. Begitu pun pamflet ini, juga akan kehilangan originalitasnya. Saya tidak bisa memastikan atau menjanjikan kesempurnaan sejak saya menyadari kemampuan dan keterbatasan saya seorang diri.
Menentukan padanan kata yang paling tepat untuk menterjemahkan Toward The Creative Nothing yang aslinya dalam bahasa italia berjudul Verso il Nulla Creatore ternyata tidak mudah. Butuh waktu yang lumayan lama dengan sedikit banyak pertimbangan-pertimbangan hingga akhirnya saya memutuskan Menuju Ketiadaan Kreatifsebagai terjemahan dan judul yang paling tepat dan sekaligus mewujudkan dan merefleksikan teks-teks syair di dalamnya, seperti terlihat dalam sepenggal kalimat berikut ini “The abyss awaits us, we leap into it in the end: Toward the creative nothing”.
Novatore dalam beberapa karyanya menghina dengan sangat katak-katak proletar, yaitu mereka yang terus tereksploitasi dan tertindas oleh kaum borjuis tapi tetap tenang dan mengamininya seakan-akan itu menjadi sesuatu yang semestinya. Tapi, mengapa demikian? apakah ini kenapa Ia menyebut dirinya sebagai seorang anarkis individualis? Seorang egois? atau mereka yang tak meletakkan segala kepentingannya di atas orang banyak, mereka yang memperjuangkan keinginanya atas kehendaknyasendiri.
Ia tertarik dengan teori-teori yang dijelaskan oleh Stirner, khususnya konsepsi individualisme sebagaikebangkitan ego, tujuan tertinggi bagi seseorang dengan mengingat kepentingannya sendiri dankemudian mendefinisikan dirinya sebagai seorang "Individual One". Oleh karena itu, dari tahun 1908 dan seterusnya, ia menganggap dirinya sebagai seorang anarkis-individualis, seorang dengan pengaruh nihilis yang kuat.
Beberapa kutipan khas pemikiran Novatore adalah:
"Saya seorang anarkis-individualis, jadi saya tidak mau dan tidak akan mendukung perjuangan komunisme ateistik, karena saya tidak percaya pada elevasi agung orang-orang banyak dan saya menolak realisasi Anarki dipahami sebagai suatu bentuk kehidupan sosial bagi manusia. "
“Anarki bagi saya adalah jalan untuk mendapatkan realisasi manusia individual. Manusia Individual bukan berarti realisasi anarki. Jika itu benar, anarki tetap akan menjadi momok, jika impian manusia lemah akan anarki sebagai tatanan sosial, manusia yang kuat akan mengamalkannya sebagai Individualisasi.”
Salah satu pendapatnya adalah bahwa manusia, sebagai warga negara dan anggota masyarakat, selalu terancam oleh dua "momok" sosial: hak asasi manusia, yaitu Negara dan Kristus, itulah agama.
Ia menegaskan bahwa:
"Salib Kristus melambangkan KEMUNGKINAN kamu untuk menjadi MANUSIA, sedangkan’ hak-hak manusia’ melambangkan hal yang sama. Untuk Mencapai kesempurnaan yang pertama kamu perlu untuk menuhankan, yang kedua memanusiakan. Tetapi kedua hal tersebut jelas menyatakan ketidaksempurnaan manusia-individual. Ego sejati menegaskan bahwa hanya melalui realisasi ideal manusia dapat naik ke puncak kesempurnaan magis.
Kristus berkata kepadamu: “jikalau kau akan dengan sabar menunggu kesunyian kalvari untuk kemudian memakumu diatas salib, menjadi sosok seperti AKU, sang MANUSIA TUHAN, Kau akan menjadi manusia yang sempurna, layak duduk di sebelah kanan Bapa saya yang berada di kerajaan sorga”.
Dan Revolusi Perancis berkata kepadamu: Aku akan menyatakan hak-hak manusia. Jikalau kau akan dengan tulus masuk ke beranda (gereja), simboldari keadilan sosial manusia untuk menghaluskan dan memanusiawikan-mu melalui norma-norma moral kehidupan sosial, Kamu akan menjadi warga negara dan aku akan berikan hak asasimu, menyatakanmu sebagai manusia.
Tapi bila ada yang berani melemparkan nyala api ke atas salib dimana sang manusia Tuhan tergantung dan meja dimana hak asasi manusia dicatat miring untuk kemudian bersandar pada kemurnian kekuatan merdeka dari pusat poros kehidupan individual, ia akan menjadi seorang penjahat tidak beriman yang akan dibuang ke dalam rahang berdarah dari dua momok sosial menyeramkan: ketuhanan dan kemanusiaan.
Di sebelah kanan api sulfat dan jurang kekal neraka menghukum DOSA, disebelah kiri, bunyi membuat tuli dari gilotin menghukum KEJAHATAN.
Jadi, untuk agama dan Negara, manusia tidak akan pernah sempurna kecuali jika kau memutuskan untuk berlutut di depan dua momok sosial.
Novatore menganggap kerja-upahan hanyalah bentuk yang lebih halus dari perbudakan, dan ia sering berkata, ketika melihat pekerja yang lusuh dibalut keringat dan debu: "Apakah dia seorang manusia?." Jadi dia pikir, dalam filsafat pribadinya tentang hidup, bahwa ia memiliki hak untuk mengambil alih dari orang-orang kaya apa yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup sehari-hari, dan menggunakan paksaan bukan-lah masalah baginya. Ia kemudian menulis:
Aku bukan pengemis […]Aku hanya mengambil apa yang berhak untuk aku ambil dengan daya kemampuan-ku.
Pada bulan Mei 1919, kota La Spezia berada di bawah kendali Komite Revolusioner memproklamirkan diri, yang dirampas polisi dan pasukan borjuis selama beberapa minggu. Meskipun seorang individualis, Novatore (yang masih buron) berada di garis depan Komisi karena ia percaya bahwa hal yang paling penting adalah untuk menyalakan api revolusi di antara orang-orang dan memulai pemberontakan yang radikal menentang apa yang disebut status quo. Ia berkata.
-“Kau menantikan revolusi? Baiklah kalau begitu! Aku sendiri sudah mulai sejak lama! Bila kau telah siap –Oh, tuhan, betapa ini penantian yang tak ada habis-habisnya!– aku tidak keberatan berjalan denganmu untuk sementara! Tapi ketika kau berhenti aku akan melanjutkan kegilaanku dan berjalan dengan jaya menuju penaklukan besar dan mulia atas kehampaan!
Novatore, setelah pemberitahuan yang jelas bahwa tidak ada lagi tempat baginya di masyarakat, memiliki dua pilihan: bergabung dengan gerakan fasis dan menjadi warga negara yang baik, satu lagi domba di antara para domba atau melarikan diri ke Perancis seperti yang banyak dilakukan oleh rekan-rekannya yang lain. Novatore memilih pilihan ketiga: menjadi bandit dan pemberontak, berjuang hanya untuk dirinya sendiri di atas tebing dari setiap lembaga manusia. Tentu saja, meninggalkan istri tercinta, anak dan sahabat-sahabatnya adalah pilihan yang sulit baginya, tapi ia adalah seorang anarkis koheren sejati. Pada musim panas tahun 1922 ia bergabung dengan gerombolan perampok inspirasi anarkis yang terkenal: Sante Pollastro, dan dicari oleh polisi sebagai musuh masyarakat meskipun usianya masih muda.
Novatore menikah dan memiliki dua anak pada saat itu. Pada bulan-bulan terakhir tahun 1918, putranyawafat, Novatore kembali ke rumahnya, mempertaruhkan penangkapannya hanya untuk memberikan ucapan perpisahan yang terakhir kepada jenazah si kecil. Kemudian ia pergi lagi. Selama musim panas 1919, Italia diguncang oleh sejumlah protes besar, pemogokan dan pemberontakan setempat terhadap kebijakan pemerintah yang mendatangkan malapetaka, represi berat dari polisi, biaya hidup yang tinggi dan kondisi menyedihkan dari kaum pekerja.
Peradaban industri kapitalis akan mencapai senjanya, dan ketika saat itu tiba, jiwa-jiwa bebas akan merayakan kegembiraannya dengan sebuah balada dan tarian senjakala.
Makassar 2012
Hidayat
Swatantra@riseup.net
16.7.11
Pendapatku
TUHAN
Ciptaan fantasi suram. Mengisi otak-otak pikun dan impoten. Teman dan penghibur bagi jiwa-jiwa tengik yang lahir untuk perbudakan. Obat untuk pikiran buntu. Marxisme untuk hati yang jemu.
KEMANUSIAAN
Sebuah kata abstrak dengan konotasi negatif, panjang pada kekuasaan, pendek pada kebenaran. Ia adalah topeng cabul yang dilukis di tengah wajah orang-orang vulgar dan licik, yang bertujuan untuk menguasai para idiot sinting dan sentimentil.
NEGARA
Hukum kerja paksa bagi orang-orang setengah cerdas. Sebuah kandang ke-bebal-an dan Circe yang mengubah para pemujanya menjadi anjing dan babi. Sundal bagi sang penguasa, penggermoan orang-orang asing. Pemakan-anak kecil, pengumpat-orang tua dan pencela pahlawan.
KELUARGA
Penolakan atas cinta, kehidupan dan kebebasan.
SOSIALISME
Disiplin, ketertiban, ketaatan, kepatuhan, perbudakan dan kebodohan, penuh dengan otoritas. Tubuh borjuis yang digemukkan secara aneh oleh makhluk vulgar kristian. Urutan dari fetisisme, sektarianisme dan kepengecutan.
ORGANISASI, PERSERIKATAN, DAN BADAN HUKUM
Gereja tak berdaya. Pegadaian kikir dan rendah. Banyak bergabung dengan hidup seperti parasit di balik kolega resminya yang tolol. Beberapa bergabung untuk menjadi mata-mata. dan yang lainnya, yang paling tulus, menyusul dan berakhir didalam penjara dimana mereka dapat melihat semua sisa arti-semangatnya.
SOLIDARITAS
Altar mengerikan yang digunakan oleh para pelawak untuk menampilkan seluruh bakat kemampuan kependetaannya dalam memimpin orang banyak. Sang ahli waris dari bayaran yang tidak kurang dari 100%. penghinaan
PERSAHABATAN
Berbahagialah orang-orang yang telah minum dari cawan (Persahabatan) ini tanpa jiwanya terluka atau keracunan. Jika orang tersebut ada, aku minta agar mereka mengirimkan fotonya kepadaku. Aku yakin akan melihat wajah idiot.
CINTA
Menipu diri dan merusak jiwa. Penyakit mental, berhentinya pertumbuhan otak, melemahkan jantung, merusak pikiran yang sehat, puitis ada pada seseorang yang mabuk mengkonsumsi hal berharga ini tapi hidup bodoh dengan lebih cepat. Namun aku lebih suka mati demi cinta. Ia hanyalah penipu, seperti Yudas, yang dapat membunuh dengan satu kecupan.
PRIA
Seonggok tinja busuk akan perbudakan, tirani, fetisisme, ketakutan, kesombongan dan kebodohan. Penyerangan terbesar yang dapat dilakukan terhadap seekor keledai adalah menyebutnya pria.
WANITA
Diperbudak binatang-binatang buas yang paling brutal. Menjadi korban terbesar di bumi. Dan, kemudian pria adalah orang yang paling bertanggung jawab atas masalah-masalahnya. aku penasaran ingin tahu apa yang ada di benaknya bila aku menciumnya.
Renzo Novatore
Pendapatku (Dari Buku Catatan Pemikiranku Yang Terdalam)
15 oktober, 1920
Di terbitkan pertama kali dalam Majalah, “Iconoclasta!”, Pistoia, #12, 15 oktober, 1920. Didapatkan kembali dari
https://sites.google.com/site/anarchyinitaly/renzo-novatore/my-maxims
Balasan
Dua puluh dua bulan kini telah berlalu sejak hari dimana semua monster-monster menjijikkan dan paling brutal mencoba untuk menyapuku kedalam kerongkongan berdarahnya yang mengerikan. Ya, bahkan aku ditakdirkan untuk menjelma menjadi alat rendah dari perbudakan seperti binatang, bahkan aku ditakdirkan untuk mengorbankan diriku sendiri (Oh, binatang kurban) diatas altar aneh dan paling bodoh dari semua momok manusia, bahkan aku ditakdirkan untuk menjelma menjadi "bagian dari alat-alat manusia" ...
Tapi aku tidak percaya pada takdir.
Bahkan nasib sekali pun aku tidak percaya! Tidak! aku hanya percaya pada daya kemampuanku! Dan jelas, hanya atas nama Anarkis ini, aku menjawab dengan arogan dan penuh penghinaan “TIDAK”, dan aku pergi dari sana ...
Aku telah berjalan dengan sukacita tak terbatas pada jalur rasa sakit. Untuk kawanku yang selalu punya resiko, mereka yang seperti layaknya saudara terkasih. Dibibirku selalu ada senyum ironis superior kuat menyeringai, dimata jernih dengan daya lihat mengagumkan akan tragedi heroik, aku hanya mengenal jubah kebebasan dari kehidupan yang membebaskan. Aku sendirian ... tapi didalam bayangan aku tahu bahwa ada sederap keberanian yang tersembunyi dan hidup bersamaku! Ah, betapa cintanya aku pada kader tak bernama itu...
Apa jadinya jika sebagian besar dari mereka menderita dalam waktu yang lama di lantai sel yang lembab? Mereka tidak akan tunduk! Mereka akan tetap hidup, dan kami tinggal dipinggiran masyarakat dari para pemberontak-pemberontak sejati, para ikonoklas yang pantang menyerah, atau mereka yang tak peduli dengan sesuatu yang dapat menjadi tragedi terakhir. Dan ini untuk hati nurani dan kepalan tangan "Para Demonstran Hitam", Oh, yang terhormat "Libertario", hari ini aku kirimkan ke kolommu, kemudian rasa terima kasih yang sangat diberikan kepadamu dan untuk semua kawan-kawan kader anarkis dan teman-teman sosialis atas segala moral maksimum dan material solidaritas yang telah diberikan selama petualangan gelap dari hukuman penjaraku ... aku sungguh salut dan berkata kepadanya: "Kau adalah kebanggaan atas tindakanmu yang cukup, karena hanya dari pembangkangan dan pemberontakan lah lahir sinar terang keindahan manusia!".
Salam untukmu, Oh anarkis sejati!
Salam untukmu, Oh saudara!
Renzo Novatore
Balasan
1919
(Terbit Di Il Libertario, La Spezia, N.732, 25 September 1919) Terjemahan Dalam Bahasa Inggris Oleh Luther Blissett 2009 – Dalam Bahasa Indonesia Oleh TD. 2011. Sebuah Tulisan Pendek Atas Ucapan Terima Kasih Dan Solidaritas Oleh Renzo Novatore Untuk Majalah Anarkis “Il Libertario” Pada September 1919. Setelah Beberapa Bulan Tinggal Di Penjara Karena Mengambil Bagian Dalam Usaha Pemberontakan Sosial Di Kota La Spezia Pada Awal Tahun.
Sumber:
shttp://theanarchistlibrary.org/HTML/Renzo_Novatore__Returning.html
Sang Pengambil Alih
kebebasanku dan hak-hak ku
Sebanyak daya kemampuanku
Bahkan kebahagiaan dan keagungan
hanya berada dalam ukuran kekuatanku!
(Dari buku yang aku tulis dan tak akan pernah melihat cahaya)
Sang pengambil alih adalah sosok lelaki yang paling indah, seorang yang tak mengindahkan moral dan kuat yang pernah saya jumpai dalam anarkisme. Dia adalah orang yang tak memperdulikan perhatian, dan tak memiliki altar untuk mengorbankan dirinya. Ia hanya memuliakan Hidupnya dengan filosofi Tindakan. Aku pernah bertemu dengannya pada suatu hari yang jauh di bulan Agustus, disaat matahari bersulam dengan emas alam hijau yang besar, wangi dan meriah, menyanyikan lagu-lagu jenaka akan keindahan pagan.
Ia berkata, "Aku selalu merasa gelisah, mengembara dan memberontak. Aku telah mempelajari banyak orang dan jiwanya dalam berbagai buku dan realitas. Dan aku menemukan perpaduan dari pelawak, penjahat, dan kekolotan. Aku merasa ingin muntah. Di satu sisi ada moral dari momok manusia yang menakutkan, yang diciptakan dari dominasi kebohongan dan kemunafikan. Di sisi lain ada binatang korban yang pengecut dan menyukai fanatisme. “Inilah dunia dari manusia. Inilah kemanusiaan. Untuk dunia ini, untuk seluruh manusia dan kemanusiaan ini, aku merasa jijik”.
Kekolotan dan borjuis adalah hal yang sama. Mereka sama satu sama lain. Sosialisme bukan dari pendapat ini. Ia membuat penemuan akan baik dan jahat. Dan untuk menghancurkan dua antagonisme ia menciptakan dua hantu: Persamaan dan persaudaraan diantara manusia ...
"Tapi orang akan sama dihadapan negara dan bebas didalam Sosialisme ... Dia - sosialisme – Telah menyangkal Kekuatan, Anak muda, dan Perang! Tapi ketika kaum borjuis, yang merupakan petani roh (peasants of the spirit), tidak akan sama seperti orang-orang kolot, para petani daging (peasants of the flesh), kemudian sosialisme mengakui, merengek, peperangan. Ya, bahkan sosialisme telah mengakui pembunuhan dan perampasan. Tapi didalam nama ideal dari kesetaraan dan persaudaraan manusia ... Dari kesetaraan suci dan persaudaraan yang dimulai oleh Cain & Abel! ...
"Tapi dengan Sosialisme kau hanya setengah berpikir, setengah bebas; dan kau hanya setengah hidup ...! Sosialisme adalah intoleransi, impotensi hidup, keimanan akan ketakutan. Aku akan melampaui!
"Kaum sosialis telah menemukan persamaan antara yang baik dan buruk, dan juga ketimpangan diantara keduanya. Pelayan yang setia dan tirani yang jahat. Aku menyeberangi ambang antara baik dan buruk untuk kehidupanku yang sesungguhnya. aku hidup hari ini dan tidak bisa menunggu besok. menunggu adalah sifat dari masyarakat dan kemanusiaan, sehingga tidak akan menjadi urusanku. Masa depan adalah topeng ketakutan. Keberanian dan kekuatan, tidak mempunyai masa depan. Kenyataan sederhananya, mereka (keberanian dan kekuatan) lah masa depan, yang memberontak pada masa lalu dan menghancurkannya.
"Proses kemurnian hidup hanya dengan keberanian mulia, itulah filosofi tindakan."
Aku melihat: "Kemurnian hidupmu ini bagiku tampak mendekati kejahatan!"
Ia berkata: "Kejahatan adalah perpaduan tertinggi dari kebebasan dan kehidupan. Dunia adalah momok dari moral dunia. Ada hantu dan bayang-bayangnya, ada Ideal, Cinta Universal, dan Masa Depan. Ketidaktahuan, ketakutan, dan kepengecutan, inilah bayangan hantu. Kegelapan mendalam. Mungkin kegelapan kekal. Bahkan aku pernah tinggal, satu hari, di penjara yang suram dan seram.
Pada waktu itu aku bersenjatakan dengan obor asusila (sacrilegious) untuk membakar hantu dan mengganggu malam. Ketika aku tiba di gerbang tua dari baik dan jahat, aku merobohkannya dengan marah lalu melintasinya. Kaum borjuis, aku telah melemparkan moral laknatnya dan kutukan moralnya yang bodoh.
"Tapi satu dan yang lainnya adalah kemanusiaan. Aku adalah manusia. Kemanusiaan adalah musuhku. Ia ingin mencengkramku dengan seribu tentakel mengerikannya. Aku mencoba untuk meneteskan air mata dari segala yang hasratku butuhkan. Kami berada dalam perang! Segala kekuatan ku miliki untuk merebut yang menjadi milikku.
Dan semua yang menjadi milikku akan aku korbankan diatas altar kebebasan dan kehidupanku.
Dari hidupku ini aku merasa berdebar-debar diantara api membara yang ku ledakkan di dalam hati; diantara semua siksaan kejamku ini, dimana aku telah membumbungkan jiwa diantara badai ilahi, dan itu membuatku mengggema dalam riuh gemuruh semangat atas perang dan simfoni-simfoni cinta yang agung, aneh dan tak diketahui, aku (empie) urat nadi dari darah segar dan kuat, yang mengalir diseluruh pembungkus ototku, sarafku dan dagingku, yang menggigil jahat dengan ekspansi kegembiraan; dari hidupku ini dimana aku melihat melalui daya lihat kerumunan atas mimpi fantastis dan semangatku yang diperlukan bagi pembangunan abadi.
Semboyanku ialah: berjalan merebut dan menyalakan api, aku selalu meninggalkan lolongan serangan terhadap moral dan batang rokok yang lama dibelakangku.
Ketika manusia tidak lagi memiliki kekayaan etis keunikan sejati, harta sesungguhnya yang tak dapat diganggu-gugat maka aku akan membuang kunci pembuka. Ketika di dunia ini tidak akan ada hantu lagi, maka aku akan membuang oborku. Tetapi masa depan ini berada jauh dan mungkin tidak pernah ada! Dan aku adalah seorang anak dari masa depan yang jauh ini, terkunci di dalam dunia kelam dengan Kesempatan dimana aku akan tunduk pada kekuasaan "Begitulah sang Pengambil Alih berkata padaku pada suatu hari yang jauh di bulan Agustus, disaat matahari bersulam dengan emas alam hijau yang besar, harum dan meriah, menyanyikan lagu-lagu jenaka akan keindahan pagan.
Footnotes
[1]^ empie — to make impious.
Renzo Novatore
Sang Pengambil Alih
26 November, 1919
L’Iconoclasta Dari Pistoia, Itali. Terjemahan bahasa inggris oleh Luther Blissett 2009 – bahasa indonesia oleh TD 2011 [copyleft]
Renzo, Novatore (1919). Sang Pengambil Alih. Iconoclasta!, aI, 1s, 10. Sumber :https://sites.google.com/site/anarchyinitaly/renzo-novatore/the-expropriator
23.6.11
Individualisme Dan Pemberontakan
Yah, aku mengakui bahwa aku tidak pernah bisa memahami dengan jelas apa yang mereka maksud dengan "secara alamiah," tapi aku tahu bahwa kedua pendapat tersebut salah, karena manusia itu adalah mahluk sosial dan anti-sosial pada saat yang bersamaan.
Kebutuhan, keinginan, kasih sayang, cinta dan simpati adalah elemen yang mendorong manusia menuju persahabatan dan persatuan.
Harapan akan kemerdekaan dan keinginan akan kebebasan mendorong manusia ke arah kesunyian dan individualisme. Tapi, disaat individualisme berjalan dan disadari bahwa ia menentang masyarakat, masyarakat kemudian membela dirinya dengan menyerang. Perang antara "societarianism" dan "individualisme" adalah perang subur energi dan vitalitas. Tapi, walaupun individualitas diperlukan bagi masyarakat, kelak pada waktunya akan diperlukan bagi manusia.
Individualisme tidak mungkin ada jika tidak ada masyarakat yang bisa menegaskan diri dan hidupnya, mengembangkan dirinya dan bersukacita.
***
Diantara seluruh umat manusia- sang pemberontaklah sosok paling indah dan paling sempurna. Ia tahu bagaimana menjadi alat potensial bagi kehendak hasratnya sendiri. Ia tahu bagaimana untuk mematuhi dirinya dan perintahnya, untuk melindungi dirinya dan menghancurkan dirinya. Karena sang pemberontak adalah orang yang telah belajar rahasia dari kehidupan dan seni dari kematian.
***
Mereka yang jatuh (kalah) ketika melakukan pemberontakan terhadap segala hal, menang bahkan disaat jatuh.
Dan kemenangannya adalah menanamkan api pemikirannya dan mengesankan cahaya gagasannya pada orang lain.
Tetapi pengikut sebenarnya dari sang pemberontak yang jatuh adalah mereka yang, ketika jatuh, tahu bagaimana untuk memberontak bahkan terhadap "pemberontakan" yang telah menjatuhkan para pahlawan.
***
Siapapun yang menginginkan semangat pemberontakan menjadi abadi harus mau melakukan pemberontakan sang anak agar kelak tidak berubah menjadi tirani sang ayah.
***
Jikalau ayahku memberontak melawan kakekku agar tidak menjadi budak dari keimanan kakek, aku memberontak melawan ayahku agar tidak menjadi budak dari iman yang membuat ia pada gilirannya memberontak.
Bagaimana jadinya anakku esok dengan diriku yang sekarang?
***
Hanya dari reruntuhan segala pemberontakan yang pernah pecah dapat melahirkan seorang jenius dan kreatif.
Tapi untuk apa melahirkan seorang jenius jika pada akhirnya tak ada pemberontakan yang baru?
***
Aku sepakat dengan Nietzsche dalam keyakinan bahwa tak akan pernah ada kebutuhan apapun bagi pertanyaan martir dalam mengetahui kebenaran. Tapi hasrat kekuatan, keberanian diri dan kecakapan kreatif adalah satu-satunya harta yang diwariskan oleh sang jenius, sang pemberontak, dan sang pahlawan.
***
Aku telah melihat seorang jenius "mencuri" dan seorang idiot melempar bom mematikan pada seorang menteri negara.
Yang pertama mencuri untuk hidup merdeka dan mengkreasikannya dalam kebebasan. Yang kedua membunuh karena kebencian pribadi yang tersembunyi dan menghendaki kematiannya.
Yang pertama dilakukan pada tingkat "vulgar, kejahatan biasa" dan merupakan “ tindak kriminal umum”, yang kedua dilakukan pada tingkat "kejahatan politik" dan merupakan " tindak kriminal politik mulia dan agung." Sekarang aku minta semua subversif dari para politikus pada umumnya, dan anarkis terutama- dalam menghadapi fakta ini. Ini adalah kesempatan untuk mengangkat "kejahatan politik" lainnya kedalam semarak kemuliaan dan pesta matahari, kemudian melemparkan"kejahatan biasa" kedalam lumpur.
***
Sayang! Masih terlalu banyak orang yang melihat pada pekerjaan. Tapi sebelum melihat pada pekerjaan, aku melihat pada sang pencipta. Namun dari banyaknya – bahkan sangat banyaknya -anarkis, bisa dilihat bahwa jumlah individualis masih sedikit ...
Sebagian besar dari mereka yang masih berada diantara rakyat-rakyat jelata mengatakan: "Manusia tidak berlaku. peristiwa dan ide-ide lah yang berlaku". Dan Inilah kenapa, bahkan diantara kami, banyak dari mereka yang lebih tinggi, makhluk-mahluk yang mahamulia telah dilemparkan kedalam lumpur, sementara banyak para idiot telah ditinggikan dibawah sinar matahari.
***
Aku menolak hak untuk menilaiku, oleh semua orang yang tidak memahami suara hasratku, lolongan kebutuhanku, penerbangan jiwaku, kesedihan pikiranku, getaran ide-ideku dan penderitaan pemikiranku . Tapi hanya aku yang mengerti semua ini. Apakah kau ingin menilaiku? Oke kalau begitu! Tapi kau tidak akan pernah menghakimi diriku yang sebenarnya. Sebaliknya kau akan menilai "diriku" yang kau sendiri telah ciptakan. Bila kau yakin ingin menempatkanku diantara jari-jarimu dan menghancurkanku, aku akan ada disana, dan menertawaimu di kejauhan.
Dikutip dari Proletario # 4, 17 September, 1922
Terjemahan oleh TD. 2011.
21.6.11
Kejahatan Rohani
Aku merasakan kejang ... jantungku berdebar demikian hebat...
Sang fajar bangkit dari bayangan ranjang coklat dan membuka kepangan rambut pirangnya dalam tawa hijau pagi.
Fajar Indah!
Semoga ia menghujani sinar emasnya pada kuncup-kuncup putih pagi yang misterius ...
Pagi dari Kehidupan dan Kematian, cinta dan pembangkangan ...
Kemarin malam ketika senja turun dan roh-roh pengembara meninggalkan tanah kematian memasuki jalan kesunyian dan merenung dibawah cahaya misterius malam, yang ku ciptakan dari tulusnya cinta suci-ku.
Sekarang aku telah membunuh perempuan yang telah kuciptakan..
Aku membunuhnya karena aku sangat mencintainya ...
Mayatnya tergeletak di kakiku, membelit sangat mengerikan, dengan luka kekal berwarna ke-merah-an di dadanya yang putih bagaikan salju-, merekah seperti setangkai bunga darah yang abadi.
Bibirnya berwarna biru-keunguan, mengesankan kontraksi kekerasan seperti sarkasme dan rasa sakit oleh cambukan dan makian ...
Ia telanjang dan memucat.
Tak lama kemudian, matahari membalutnya lagi dengan gaun emas basah berwarna ke-ungu-an.
Aku akan membungkuk bersembunyi di rerumputan ini, Aku akan mengisikan chalice (canting yang digunakan dalam misa-penerj) hijau dengan dedaunan rempah-rempah pahit yang beracun, dan akan ku buat Komuni suci dengan kemurnian embun perak.
Ketika matahari menyebarkan jejak-jejak terakhir dari kejahatan buruk-ku, akan ku lantunkan nyanyian doa tentang Bunga-bunga dan Kematian pada biola kesedihan.
II
Malam telah kembali.
Malam gelap mengerikan, yang dihuni oleh hantu ...
Apakah mereka momok-momok rasa takut? Apakah mereka bayang-bayang penyesalan? Apakah mereka tarian mengerikan dari kebenaran yang tak diketahui?
Oh cahaya, mengapa tak kau tempatkan aku dalam api yang berkobar? Oh bayangan, mengapa tak kau bungkus aku?
III
Aku- seperti binatang melata - merayap di pagar berduri yang mengelilingi tepi padang rumput. Hanya katak dan ular yang menjadi sahabatku.
Sebuah jalan kecil berada jauh dariku, merasa asing, dikejauhan malam seekor burung menyanyikan sebuah lagu menyedihkan tentang alasan-alasan bagi Tawa dan Tangis.
Tapi dalam ungkapan liar ia mendesahkan: KESIA-SIAAN!
Tapi aku tidak bisa melihat burung yang sangat aneh itu. malam ini terlalu gelap ... Tapi aku mendengarnya!
Ah! mendengar suara-suara tragis, yang tidak pernah diam ...
Tapi apa arti dari semua ini?
Di kubah langit yang biru, milyaran bintang-bintang menari dengan riang ...
Lantas? apa masalahnya jika disini, jarak terdekat dariku, Kejahatan menari dengan Penyesalan yang mendalam, dan Cinta dirangkul oleh Kematian? Bukankah ini tumbuhan pahit dan beracun dari padang rumput? Bukankah ini Lembah dimana para Dewa kuno abadi dilahirkan untuk tinggal, menikmati dan mencintai dalam kejahatan dan dosa?
Kemudian mereka bergabung dengan nelayan yang ditakdirkan untuk mengangkat batang fana mereka.
Inilah sebabnya mengapa mereka dikutuk ...
IV
Aku mendengar gemuruh suram dari dua suara yang berbeda.
Tangis Kehidupan dan tawa Kematian. Bagaimana mengesankannya mereka! ...
Tapi mengapa Kehidupan menangis? Mengapa Kematian tertawa?
V
Aku berusaha membuka mata lebar-lebar di bawah sinar matahari, tapi itu membutakanku.
Sekarang aku buta. Buta dan terkutuk ...
Aku tidak punya apa-apa selain kegelapan dan keheningan yang mendalam.
Aku tidak lagi punya kawan ataupun kekasih. Aku sendirian.
Kerajaan Bayangan dan Kematian adalah kerajaanku.
Aku meraung putus asa, tetapi sia-sia. Tangisan tak diakui-ku tersebar di gurun tak berujung. Ia meraung, ia bergemuruh, tetapi satu-satunya balasan hanyalah gema menyedihkan.
Sebuah gema dari kesedihan mendalam yang menyayat hati.
VI
Sekarang aku menjadi seorang pendosa buruk yang menunggangi Sentaurus dari Kejahatan hebat. Aku adalah pengantin pria dari keabadian yang meletakkan dirinya diatas gelombang besar kegelapan, aku berani bertaruh gelas darah melawan ciuman Misteri dari anak-anak berbahaya.
Tanganku kotor sebab semua yang telah ku sentuh adalah sesuatu yang kotor, tapi dalam kilauan pikiranku, bunga-bunga dari kemurnian terbesar dan keindahan sempurna telah berakar.
...
Seorang penyelam lautan yang dalam, aku telah turun ke bagian terdalam dari celah laut yang paling menakutkan untuk merampok harta karun yang sangat rahasia.
Seekor elang, aku telah membumbung ke penerbangan tertinggi di angkasa yang maha luas untuk merampok keanehan, misteri yang sangat halus.
Seekor binatang melata, aku telah merayap diatas tanah lembab untuk mengisap payudara oleh rasa manisnya yang tak akan habis, racun yang paling pahit.
Sekarang aku adalah seorang perenang nekat yang hilang dalam gelombang suram Kehidupan. Aku adalah seorang musafir, menghujat dan tertawa, yang mengembara di dunia gurun dimana hanya ada raungan setan dari gemuruh KESIA-SIAAN .
Dan inilah kenapa aku menyebut diriku dengan heroik - seiring dengan menjadi penyair - ". Seorang individu, yang benar-benar tidak bahagia"
Aku tahu bahwa aku adalah titik cahaya yang berangkat dengan sia-sia melalui suramnya kegagalan dari segala sesuatu.
Dan ini adalah, keputus-asaanku yang sungguh-sungguh, ini kesadaran oleh kesia-sianku sebagai manusia, yang membuatku makin mencintai Hidup. Tapi tidak kah kau lihat, teman-temanku, bahwa kegembiraan kesia-siaanku menyatu ke dalam kesedihan kesia-sianmu, lantas apakah kemudian keduanya akan bergabung ke dalam kesia-siaan Kematian?
Sumber :
https://sites.google.com/site/anarchyinitaly/renzo-novatore/spiritual-perversity
16.6.11
Lagu Keabadian
Ini adalah laut, luas dan tenang, lautku yang tenang dan damai!
Perahu kecil telah mengapit tebing yang tersenyum.
Alangkah lemah dan elegannya perahu kecil itu!
Oh sahabat-sahabatku, yang pucat dan menyedihkan, dengan hati titan yang gagah berani, datang, datanglah padaku! datang dan temukan aku di kedamaian. Kemudian seorang nelayan dengan rambut perak yang indah tiba di pasir bermandikan matahari pantai. Tidakkah kau melihat dayung emas disana ketika ia berkilau di bawah sinar matahari? Tidakkah kau melihat di kejauhan sana, seorang Pengantin wanita tersenyum pada kita?
Disini aku duduk, menunggumu!
*
Jadi kau telah tiba?
Aku belum pernah melihat langit tenang seperti wajahmu, sahabat-sahabatku! Betapa indahnya bila kita saling memahami dan berangkat bersama-sama, tanpa senjata, pada suatu perjalanan yang panjang ...
*
Semuanya sudah siap! Madu dan minuman manis untuk anak-anak kita dan bunga mawar segar untuk wajah cantik sang pengantin wanita. maka mari kita pergi, oh sahabat, mawar keabadian menanti kita!
Bagaimana mungkin kita mati setelah kita merayakan pernikahan kita dengan keabadian dan menyiapkan minuman-minuman manis untuk anak-anak abadi kita?
*
Kami sendirian, sendirian. aku berada di sebuah perahu kecil yang tersesat di laut. Tak ada lagi fajar, atau senja, atau tujuan! di kedalaman, di ketinggian dan di mana saja mereka bertemu, kami hanyalah matahari. Cahaya, panas, kebesaran, kedalaman dan jarak! Bagaimana menurutmu, sahabatku? Bukankah kau bahagia, lalu? Tidakkah kau melihat semua keindahan ruang tak berujung ini?
Dan mawar, Dimana mawar tersebut?
tidakkah kau merasakan ciuman keabadian tertinggi menyikat dahimu? Apakah kau tidak mendengar ia menuntut mahkota pengantin wanitanya?
*
Oh! Betapa lemah, betapa menyedihkannya daratan kering dimana kita pernah tinggal! Apakah kau masih ingat, sahabatku?
Disana dimana matahari terbit dan malam tiba! Disana dimana manusia menghitung waktu. Oh! sahabat, sahabat-sahabatku! aku diserang oleh rasa belas kasih tak terbatas untuk daratan yang buruk itu!
Tidak ... mari kita lupakan.
*
Berapa ribu tahun lagi itu akan terjadi sahabat-sahabatku, dimana kita akan mengapung di kedalaman gelombang besar yang naik ke bagian matahari; diatas matahari? Dan berapa ribu tahun lagi kita akan hidup?
Oh! Kegembiraan abadi, yang tak berujung, berbahagialah sekarang!
Sumber:
https://sites.google.com/site/anarchyinitaly/renzo-novatore/eternity-s-song
10.6.11
Di dalam Kekuasaan Momok
Raffaele Valente
Aku percaya ia adalah mimpi menakutkan, bahkan kenyataan berdarah.
Aku terperangkap dan terkepung dalam lingkaran ganda antara obsesi dan kegilaan.
Dunia adalah gereja menjijikkan dari para pestulant tamak dimana semua memiliki berhala untuk disembah dengan hikmat dan altar untuk mengorbankan diri mereka.
Juga mereka yang menyalakan api pembakaran ikonoklastik untuk membakar salib dimana Sang manusia Tuhan dipaku, mereka masih belum memahami hingar bingar teriakan kehidupan maupun jeritan Kebebasan.
Setelah Yesus Kristus dari lubang legendanya meludahi wajah umat manusia, dengan penghinaan paling berdarahnya, menghimbau agar meniadakan diri mereka untuk mendekati tuhan, Revolusi Perancis yang datang dengan ironi ganas membuat seruan yang sama dengan memproklamirkan "hak asasi manusia ".
Dengan Kristus dan Revolusi Perancis manusia tidak akan sempurna. Salib Kristus melambangkan KEMUNGKINAN untuk menjadi MANUSIA, sedangkan "hak asasi manusia" melambangkan hal yang sama. Untuk mencapai kesempurnaan yang pertama kau harus menuhankan (bertuhan), yang kedua memanusiakan (melalui kristian dan moral).
Tapi satu dan lainnya sepakat menyatakan ketidaksempurnaan sang manusia individual, kemegahan diri, menegaskan bahwa hanya melalui realisasi ideal manusia bisa naik ke puncak kesempurnaan magis.
Kristus berkata kepadamu: jikalau kau akan dengan sabar menunggu kesunyian kalvari untuk kemudian memakumu diatas salib, menjadi sosok seperti AKU sang MANUSIA TUHAN, Kau akan menjadi manusia yang sempurna, layak duduk di sebelah kanan Bapa saya yang berada di kerajaan sorga.
Dan Revolusi Perancis berkata kepadamu: Aku telah menyatakan hak-hak manusia.
Jikalau kau akan dengan tulus masuk ke beranda (gereja), simbol dari keadilan sosial manusia untuk menghaluskan dan memanusiawikan melalui norma-norma moral kehidupan sosial, Kamu akan menjadi warga negara dan aku akan berikan hak asasi-mu, menyatakanmu sebagai manusia.
Tapi bila ada yang berani melemparkan nyala api ke atas salib dimana sang manusia Tuhan tergantung dan meja dimana hak asasi manusia dicatat miring untuk kemudian bersandar pada Kemurnian kekuatan merdeka dari pusat poros kehidupan individual, ia akan menjadi seorang penjahat tidak beriman yang akan dibuang ke dalam rahang berdarah dari dua momok sosial menyeramkan: ketuhanan dan kemanusiaan.
Di sebelah kanan api sulfat dan jurang kekal neraka menghukum DOSA, disebelah kiri bunyi membuat tuli dari gilotin menghukum KEJAHATAN.
Sikap dingin pengecut dari rasa takut manusia, tumbuh dari teorisasi mistik dan perasaan sakit, akhirnya telah berhasil mengalahkan naluri liar yang subur dan menghidupkan KETIDAKADILAN, satu-satunya Kekuatan dan Keindahan, Anak muda dan Semangat.
Kemajuan ? Dan Peradaban ?, Agama ? Dan kebaikan?, Telah menutup hidup dalam lingkaran fana dimana momok paling seram telah mendirikan pemerintahan menjijikkan mereka. Waktunya untuk mengakhirinya! Kita harus mematahkan lingkaran kekerasan ini dan keluar.
Jika legenda ilahi chimeras telah sangat mempengaruhi sejarah manusia dan jika sejarah manusia menghendaki pengudungan orang dengan naluriah istimewa agar tidak mengikuti jalan kami: pemberontak! bukan kesalahan kami jika luka dari simbolis Kristus menyemprotkan tetes nanah masalah diatas piringan merah kemanusiaan, kemudian menularkan kebusukannya pada orang banyak dengan memproklamirkan hak asasi manusia. Jika manusia menghendaki membusuk dengan sendirinya di lubang besar pembusukan sosial. Kami tidak akan berada di sana untuk membebaskan mereka!
Tapi kami mencintai dan ingin bebas memutarbalikkan matahari dalam rasa pedih dari panasnya dan ciuman terganasnya..
* * *
Jika aku lihat sekelilingku aku ingin muntah.
Disatu sisi ada ilmuwan yang harus ku percaya agar tidak menjadi bodoh. Disisi lain ada moralis dan filsuf yang harus ku terima firman-firmannya agar tidak menjadi biadab.
Kemudian datang seorang jenius yang harus ku muliakan dan seperti halnya pahlawan yang harus sok ku hormati. Kemudian datang rekan dan kawan, yang idealis dan materialis, ateis dan relijius dan semua monyet-monyet tak terhingga lainnya yang pasti dan tidak pasti ingin memberikan dewan baiknya kepadaku dan ke tempat tinggalku, pada akhirnya, demi sebuah jalan kebaikan. Karena secara alami jalan yang aku pilih adalah keliru, keliru seperti ide-ideku, pemikiranku, segalanya dariku. Aku seorang pria penuh kekeliruan.
Mereka bodoh dan lemah meliputi segalanya, dari mulai pemikiran bahwa kehidupan adalah panggilannya kepadamu untuk menjadi pemuka jemaat pada altar misi besar, karena kemanusiaan adalah panggilan menuju takdir besar.
binatang-binatang lemah dan menyedihkan ini dirusak oleh cita-cita palsu dan dirubah oleh kegilaan, tak pernah mampu memahami keajaiban tragis dan permainan hidup, seperti mereka tidak pernah bisa melihat bahwa kemanusiaan sama sekali bukan panggilan untuk suatu takdir besar. Jika mereka mengerti semua tentang itu, mereka akan memiliki setidaknya mengetahui bahwa yang disebut keberagaman sama sekali tak akan mematahkan tulang punggung untuk menaiki jurang terdalam yang memisahkan satu dengan yang lain.
Tapi aku tetaplah aku, aku tidak akan peduli apapun.
Dan suara gagak diantara bangkai-bangkai beraneka warna ini tidak perlu untuk mengubah kepribadian dan kebijaksanaan muliaku. Dengar tidak, monyet-monyet rasul dari kemanusiaan dan ketuhanan sosial, yang bergemuruh jauh dari momok (Tuhan) mu yang di atas?
Dengar, dengar! Itu adalah hujan kepuasaan dari tawa kemarahanku yang bergema!
Renzo Novatore
Didalam Pemerintahan Momok
1921
Ditulis Dengan Nama Samaran Brunetta L’incendiaria. (Terbit Di Vertice,
Arcola, 21 April 1921), diterjemahkan Dalam Bahasa Inggris Oleh Luther Blisset & Diobrutti 2008 – Kemudian Diterjemahkan Kembali Ke dalam Bahasa Indonesia Oleh Penari Senja 2010.
Didapat Kembali Pada 15 Juli, 2009 Dari http://theanarchistlibrary.org/HTML/Renzo_Novatore__In_The_Reign_of_The_Phantoms.html